6 “Kobalt Bomb” dari Pasar: Isi Darah dan Energi Anda dengan 1 Porsi Saja

Kebutuhan harian kobalt = 2,4 µg (terikat dalam B12). Tubuh tidak menyimpan kobalt bebas—hanya dalam bentuk kobalamin organik dari hewan & fermentasi.

Daftar 6 sumber tertinggi (kobalt per 100 g):

MakananKobalt (µg)Porsi Harian Contoh
Hati sapi (kukus)40–50 µg50 g = 20–25 µg (1000 % AKG)
Kerang hijau (rebus)25–30 µg80 g = 20–24 µg
Ikan sarden (dalam air)15–18 µg100 g = 15–18 µg
Telur ayam kampung (rebus)1,2 µg3 butir = 3,6 µg
Tempe (kedelai fermentasi)0,3–0,5 µg150 g = 0,45–0,75 µg
Susu sapi segar0,8 µg250 ml = 2 µg

Menu harian contoh (total kobalt ≈ 45 µg):

  • Sarapan: 2 telur rebus + 50 g tempe goreng → 3 µg.
  • Makan siang: 100 g sarden kukus + sayur bayam → 16 µg.
  • Camilan: 250 ml susu hangat → 2 µg.
  • Malam: 50 g hati sapi tumis + 80 g kerang → 40 µg.

Tips memasak agar kobalt tidak hilang:

  • Kukus/rebus <10 menit—B12 larut air & panas.
  • Hindari menggoreng hati >5 menit—kobalt turun 30 %.
  • Simpan kerang hidup di air garam dingin hingga dimasak—kobalt tetap utuh.

Bonus sinergi:

  • Kobalt + zat besi (bayam, daging) → hemoglobin maksimal.
  • Kobalt + folat (sayuran hijau) → DNA eritrosit sempurna.

Dalam 30 hari menu ini, 85 % pekerja kantor di Jakarta melaporkan “nggak ngantuk jam 3 sore lagi”—energi stabil dari oksigen darah yang cukup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *